PEMBELAJARAN TEMA TRANPORTASI


Pembelajaran Tema Transportasi selama bulan Februari 2014, selain siswa diberikan pengetahuan mengenai macam-macam kendaraan, pengemudi kendaraan, tempat pemberhentian kendaraan, para siswa juga dibekali pemahaman mengenai tertib berlalu lintas, siapa saja pengguna jalan raya, rambu-rambu lalu lintas dan aturan berlalu lintas.

Pembelajaran “Tertib Berlalu Lintas” ini dibagi dalam empat sesi yaitu :

 

Sesi Pertama diawali dengan membacakan cerita mengenai tertib berlalu lintas di perpustakaan sekolah (17-02-2014) . Buku sumber :

Sesi kedua dengan menayangkan secara visual film yang diunduh dari you tube disertai penjelasan ibu guru (19-2-2014)

 


Sesi ketiga adalah dengan melakukan praktek berkeliling kompleks perumahan di sekitar sekolah (28-2-2014).

TUK TIK TAK TIK TUK TIK TAK TIK TUK suara sepatu kuda ………. nyanyian dan celotehan anak sepanjang jalan

insert iklan…. sstt…. wuuuiiiihhhh….  lihat para bunda juga tak mau ketinggalan bergaya  sambil menunggu putra dan putri berkeliling delman apa daya mau ikutan  naik delman kudanya tak kuat…  he..he..he… perkara melihat contoh saat bu Ratna menginjak pijakan delman, eh..eh..eh delman doyong ke belakang dan alhasil kudanya kaget melesat berlari kencang…. wah…. wah  kapok deh jadinya.

 

Sesi keempat, inilah sesi yang paling ditunggu siswa, karena mereka akan berperan seperti layaknya pengguna jalan ada yang menjadi pengemudi motor, mobil, bis, penumpang, polisi.

JADILAH PENGGUNA JALAN YANG TERTIB, menunggu bis yah di halte dong…

YES anak Alamanda hebat .. mengerti aturan

 

Punya sim C untuk pengendara motor-motoran berstang pipa. Hebatnya mereka pakai helm lho… bukan karena takut ditangkap pak Polisi tetapi karena tahu syarat berkendara motor harus memakai pengaman kepala  alias HELMET.

ADA PAK DAN BU  POLISI, MEREKA BERTUGAS MEMBANTU AGAR LALU LINTAS BERJALAN LANCAR

 

INILAH PARA  PENGGUNA JALAN, SEMUA MEMATUHI LALU LINTAS, TERTIB DI SEKOLAH JUGA  TERTIB DI JALAN , POKOKNYA ACUNG JEMPOL BUAT ANAK-ANAK KITA.

 

 

Sesungguhnya inilah pembelajaran yang pas untuk anak-anak kita di dalam rentang usia emas kanak-kanaknya. Menstimuli inderawi, imajinasi, intelegensi, fisik motorik sekaligus menumbuhkan kepekaan sosial.

LIHAT ANTUSIASME, SEMANGAT DAN KEGEMBIRAAN MEREKA SEPERTINYA TIDAK BERPENGARUH TERHADAP MAHAL ATAU  MURAHNYA ALAT PERMAINAN.

Sekarang tinggal kita, apakah kita mau dengan sungguh memberikan pikiran, waktu dan tenaga kita untuk menyiapkan segala sesuatu sehingga anak-anak kita dapat bermain sambil belajar dan belajar sambil bermain?

Memang lebih mudah bila kita tinggal menggunakan bahan yang sudah ada semisal  hanya menggunakan lembar kerja yang tinggal di copy atau alat mainan buatan pabrik. Pertanyakanlah pada diri sendiri kepatutan kita yang menyebut diri seorang pendidik bila kita berlaku tidak peduli terhadap masa keemasan anak-anak kita ?